PAHLAWAN PATTIMURA
Pattimura
bernama asli Thomas Matulessy. Thomas kecil hidup di bawah penjajahan VOC yang
menjadi-jadi. Maluku yang dikenal sebagai surganya rempah-rempah tentu
mengundang penjajah untuk merampok daerahnya. Muak akan keadaan ini, dia pun
tumbuh jadi sosok yang berjanji akan balas dendam dan merebut kembali
kemerdekaan daerahnya.
Di umur 20 tahun, Pattimura sudah ikut Korps Batalyon 500 yang dibentuk oleh Inggris untuk melatih pemuda Maluku berperang. Pada saat itu Inggris sudah berhasil mengalahkan Belanda. Dengan semangat berkobar-kobar, Pattimura pun berlatih dengan giat. Pattimura dapet peringkat paling tinggi di antara yang lainnya. Pattimura langsung diangkat jadi sersan mayor dan kepala regu untuk angkatannya.
Di umur 20 tahun, Pattimura sudah ikut Korps Batalyon 500 yang dibentuk oleh Inggris untuk melatih pemuda Maluku berperang. Pada saat itu Inggris sudah berhasil mengalahkan Belanda. Dengan semangat berkobar-kobar, Pattimura pun berlatih dengan giat. Pattimura dapet peringkat paling tinggi di antara yang lainnya. Pattimura langsung diangkat jadi sersan mayor dan kepala regu untuk angkatannya.
Belum lama Pattimura menjabat Inggris sudah
harus menyerahkan kekuasaan pada Belanda. Belanda sendiri tidak mau melanjutkan
proyekan Korp Batalyon 500 dengan membayar denda. Nah, di sini lah Inggris bermain
strateginya. Sebelum mereka pergi, mereka memberi kebebasan buat para pemuda
Maluku untuk kerja paksa. Disaat Belanda balik lagi berusaha menerapkan kerja
paksa, tentu saja rakyat Maluku tidak terima.
Satu momen sejarah yang penting adalah ketika Gubernur Maluku menyerukan: “Dalam jangka waktu tiga bulan semua bekas prajurit Inggris, penganggur dan orang asing tanpa pekerjaan atau tanpa surat keterangan dari kepala negeri harus mencari pekerjaan di kota Ambon atau masuk tentara Belanda atau pulang ke negeri masing-masing. Jika tidak mereka akan ditangkap dan diangkut ke Banda untuk dipekerjakan di kebun-kebun pala.”
4 April 1817, Thomas Matulessy a.k.a Pattimura pun menggalang kekuatan dengan mengumpulkan temen-temennya di satuan yang terdahulu. Mereka ini ditugaskan olehnya untuk mengabarkan ke seluruh rakyat Maluku rencana pemberontakan yang akan mereka lakukan.
Setelah pertemuan dengan banyak elemen rakyat Maluku, Matulessy pun mengusulkan agar dipilih pemimpin perang.Pattimura akhirnya secara langsung mengusulkan diri untuk menjadi pangalu perang.Matulessy membentangkan dada dan menyuruh salah seorang dari yang hadir untuk menikamnya. Seorang kapitan maju membawa tombak dan dengan sekuat tenaga menombak dadanya Pattimura.
Satu momen sejarah yang penting adalah ketika Gubernur Maluku menyerukan: “Dalam jangka waktu tiga bulan semua bekas prajurit Inggris, penganggur dan orang asing tanpa pekerjaan atau tanpa surat keterangan dari kepala negeri harus mencari pekerjaan di kota Ambon atau masuk tentara Belanda atau pulang ke negeri masing-masing. Jika tidak mereka akan ditangkap dan diangkut ke Banda untuk dipekerjakan di kebun-kebun pala.”
4 April 1817, Thomas Matulessy a.k.a Pattimura pun menggalang kekuatan dengan mengumpulkan temen-temennya di satuan yang terdahulu. Mereka ini ditugaskan olehnya untuk mengabarkan ke seluruh rakyat Maluku rencana pemberontakan yang akan mereka lakukan.
Setelah pertemuan dengan banyak elemen rakyat Maluku, Matulessy pun mengusulkan agar dipilih pemimpin perang.Pattimura akhirnya secara langsung mengusulkan diri untuk menjadi pangalu perang.Matulessy membentangkan dada dan menyuruh salah seorang dari yang hadir untuk menikamnya. Seorang kapitan maju membawa tombak dan dengan sekuat tenaga menombak dadanya Pattimura.
Namun
tombak tersebut tidak dapat melukai Pattimura, Segitu saktinya Pattimura,
sampai semua orang setuju untuk memilih dia sebagai pemimpin perang. Dengan
modal peperangan yang seadanya, Pattimura dan rombongannya langsung merebut
Benteng Duurstede dalam beberapa jam saja. Beberapa hari kemudian, ekspedisi
Belanda yang ditugaskan buat menyerang mereka juga bisa dikalahin. 250 orang
dikabarkan terbunuh di peperangan itu, dengan hanya satu orang disisakan dan
berenang di laut. Sereeem.
Sialnya,
kisah petualangan Pattimura tidak berlangsung lama. Bulan November 1817 Pattimura
ditangkap. Satu hal yang menyedihkan adalah Belanda berkomplot dengan Ternate
untuk menumpas usaha kemerdekaan rakyat Maluku. Desember 1817, Pattimura
dieksekusi. Meskipun begitu, namanya tetap menjadi obor perjuangan rakyat
Maluku yang tak pernah berhenti berontak dari penjajah setelahnya.
Comments
Post a Comment